Kamis, 06 Januari 2011

TEORI GAYA BELAJAR

GAYA BELAJAR

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal berbagai macam gaya, seperti gaya hidup, gaya berpakaian dan lain-lain.
Gaya dalam proses belajar disebut GAYA BELAJAR. Tiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda dengan orang yang lainnya.
Gaya belajar terbentuk dari bagaimana seseorang mengolah informasi. Pengolahan informasi ditentukan oleh dua aspek yang sama pentingnya, yaitu:
  1. Kebiasaan- kebiasaan seseorang dalam belajar 
  2. Kebiasaan seseorang dalam berinteraksi dengan informasi dan dengan orang lain.
Kebiasaan- kebiasaan di atas memungkinkan seseorang untuk memiliki lebih dari satu gaya belajar. Mahasiswa yang dapat mengintegrasikan berbagai gaya belajar dalam proses belajarnya memiliki kemungkinan lebih untuk berhasil. 

MENEMUKAN GAYA BELAJAR KITA
Gaya belajar kita bergantung dengan cara kita menyerap informasi dan mengaplikasikannya informasi yang kita dapat.
Ada orang yang ketika menyerap informasi baru berkata :

-                                                             “ Kelihatannya teori itu cocok untuk diterapkan “

-                                                              “ Kedengarannya teori itu cocok untuk diterapkan “

-                                                              “ Ayo, kita coba terapkan teori itu “

Ketiganya menanggapi informasi dengan kekuatan indranya yang berbeda-beda. Hal tersebut disebut MODALITAS BELAJAR.
Untuk mengetahui bagaimana cara kita mengelola informasi melalui indra, cobalah jawab pertanyaan di bawah ini.

Berilah tanda (x) dikolom Ya atau Tidak pada pada pernyataan berikut:


Ya
Tidak
1.
Saya cenderung menghafal lebih baik bila saya mendengar daripada saya membaca.


2.
Saya lebih suka membaca daripada melakukan kunjungan lapangan.



3.
Saya lebih suka menonton di TV daripada membaca berita dikoran.



4.
Saya lebih suka memasak makanan daripada sekedar membaca resep.



5.
Bila tidak mengerti sebuah bacaan, maka saya akan mengulangi dengan membaca bersuara.


6.
Bila harus menunjukkan sebuah lokasi maka saya memilih untuk menggambar sebuah peta daripada menerangkankan sebuah lokasi dengan bersuara.


7.
Saya cenderung lebih mengerti kuliah bila saya membaca materi kuliah terlebih dahulu.


8.
Saya cenderung lebih cepat mengerti bila melihat suatu demonstrasi bagaimana menggunakan suatu alat daripada membaca buku petunjuk.


9.
Bila harus membuat sebuah model, saya lebih suka bila ada yang menerangkan cara membuatnya daripada membaca petunjuk tertulis.


10.
Dalam mempersiapkan ujian, sya lebih suka mendengar kesimpulan daripada menulis kesimpulan.


11.
Saya lebih suka dosen member petunjuk tertulis daripada petunjuk lisan.



12.
Saya lebih suka mendengar kuliah dahulu, baru membaca artikel.



13.
Ketika saya belajar sebuah program computer, saya lebih suka membaca buku manual daripada mendengar teman menerangkan.


14.
Waktu menemui kesulitan dalam menyelesaikan tugas, saya mencari petunjuk tertulis daripada meminta seseorang menerangkan kepada saya.


15.
Saya lebih suka mendengar kaset daripada membaca.



16.
Saat saya menghafal kata-kata baru, saya membacanya keras-keras daripada menulisnya berulang-ulang.


17.
Jika boleh memilih saya lebih suka menonton video bagaimana orang melakukan eksperimen daripada melakukannya sendiri.


18.
Ketika mempunyai masalah dalam memecahkan soal Matematika, saya lebih suka mencari contoh pemecahan sendiri daripada mencari orang lain untuk membantu saya.



Penilaian:
1.       Bila menjawab  “Ya” untuk nomor 1,3,5,9,10,12,15,16 dan “Tidak” untuk nomor 6,7,11,13,14,18.
2.       Bila menjawab  “Ya” untuk nomor 2,7,11,13,14,17 dan “Tidak” untuk nomor 1,3,4,5,8,9,12,15.
3.       Bila menjawab  “Ya” untuk nomor 4,6,8,18 dan “Tidak” untuk nomor 2,10,16,17.

Tulislah jumlah tiap jawaban “Ya” dan “Tidak” dalam kolom di bawah ini sesuai dengan kategori gayanya:

A
(Auditori)
V
(Visual)
K
(Kinestetik)
Jumlah jawaban
“Ya”



Jumlah jawaban “Tidak”



Jumlah keseluruhan




Jumlah Patokan

8
8
5

Jumlahkan jawaban “Ya” dan “Tidak” di tiap kolom. Makin mendekati jumlah jawaban kita ke jumlah patokan, makin cenderung kita memiliki kategori gaya belajar tersebut. Kemungkinan kita memiliki dua kategori gaya belajar. Artinya kita memiliki potensi tinggi untuk belajar dengan menggunakan kedua kategori gaya.
Sekarang kita sudah menemukan gaya belajar kita. Yaitu : 

ATipe belajar AUDITORI
·         Belajar lebih cepat melalui tatap muka, seperti mendengarkan dosen dan berdiskusi dengan teman
·         Sewaktu belajar, khususnya pada bagian-bagian penting atau sulit, mengucapkan tulisan yang dibaca dengan bersuara atau berbisik-bisik
·         Sewaktu menghafal pelajaran atau menjawab soal ujian, seakan-akan mendengar ulang perkataan pengajar.
·         Mudah meniru nada dan warna suara , sehingga fasih berbicara.
·         Lebih memilih presentasi daripada laporan tertulis.
     B. Tipe belajar VISUAL
·         Belajar lebih cepat dengan membaca, membuat grafik, diagram atau peta, menonton film atau melihat sebuah demonstrasi
·         Lebih dahulu membaca atau mencari materi yang akan dibicarakan sebelum mendengarnya dari dosen atau berdiskusi.
·         Catatan berisi kombinasi asosiasi visual dan verbal
·         Sewaktu menghafal pelajaran atau menjawab soal ujian, membayangkan dengan jelas letak jawaban seperti di transparasi, di buku atau catatan.
·         Memiliki data yang lengkap
     C. Tipe belajar KINESTETIK
·         Belajar lebih cepat dengan mencoba (learning by doing)
·         Waktu menghafal pelajaran lebih memilih contoh-contoh kongkrit
·         Menyukai pemecahan masalah dan praktik
·         Menggunakan isyarat tubuh sewaktu bebicara
·         Berorientasi pada fisik
     D. Tipe belajar KOMBINASI
Meskipun tiap pembelajar memiliki kekhususan gaya belajar, namun dalam menyerap informasi seringkali ia tetap memerlukan gaya belajar lain pula.
Untuk tugas-tugas yang sudah dikenal, pembelajar umumnya secara otomatis menggunakan gaya belajar yang sesuai dengan tipenya. Namun untuk tugas baru beberapa pembelajar mengalami kesulitan karena gaya belajar yang biasa ia gunakan ternyata tidak menyelesaikan masalah. Dalam hal ini, kegagalan terletak bukan pada kelemahan intelektualnya, tapi pada ketidaksesuaian gaya belajarnya.
Jadi, usahakanlah kita selalu fleksibel dalam mengaplikasikan gaya belajar.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

nice info, ini lagi sy cari utk keperluan membuat materi u/pekerjaan saya, thank you :), keep writing ;)

Anonim mengatakan...

thankyou

Poskan Komentar

Karena masih belajar jadi sangat berharap saran dan kritik dari orang lain, silahkan tuliskan komentar Anda.

KOMENTAR ANDA

BARIS IKLAN